Mengenal Lebih Jauh Seputar Bahaya Kebisingan di Tempat Kerja
Posted in Uncategorized

Mengenal Lebih Jauh Seputar Bahaya Kebisingan di Tempat Kerja

Dalam bekerja, tentu ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan menyangkut keamanan dan keselamatan kerja. Diantaranya adalah faktor fisika, biologi, kimia, psikologi hingga ergonomi. Kali ini kita akan membahas tentang salah satu bahaya yang bersumber dari faktor fisika, yaitu kebisingan. Pada kenyataannya, kebisingan berupa bunyi atau suara yang ditimbulkan tanpa dikehendaki ini memang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan saat bekerja. Akan tetapi masalah kebisingan ini tidak hanya timbul dari lingkungan tempat kerja, tapi juga bisa datang dari lingkungan sekitar seperti suara senapan, suara pesawat terbang maupun jenis-jenis suara yang mengganggu lainnya.

Meski memiliki resiko yang cukup besar, masih banyak perusahaan atau industri yang mengabaikan perihal kebisingan ini. Diantaranya pemakaian mesin otomatis yang menimbulkan suara cukup besar sehingga dapat menyebabkan gangguan hingga resiko cacat pada pekerjanya. Dalam keputusannya, Menteri Kesehatan Republik Indonesia menetapkan bahwasannya “Bising adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat atau alat-alat kerja yang pada tingkat tertentu dapat menimbulkan gangguan pendengaran”

Kebisingan yang banyak ditimbulkan oleh daerah-daerah industri dapat dibedakan kedalam 3 jenis yaitu bising frekuensi tinggi (wide band noise), bising frekuensi rendah (narrow band noise) dan bising tiba-tiba dank eras (impulse noise). Bahaya yang ditimbulkan dari kebisingan juga beragam. Diantaranya ialah merusak indera pendengaran, mengganggu konsentrasi, serta menyebabkan emosi yang tidak stabil. Adapun beberapa faktor yang mempengaruhi resiko kehilangan pendengaran yang berhubungan dengan paparan dari kebisingan yaitu :

  • Intensitas kebisingan (tingkat tekanan suara)
  • Jenis kebisingan (wide band, narrow band, impulse)
  • Jumlah dan hitungan durasi terpapar
  • Usia pekerja yang terpapar
  • Masalah pendengaran yang telah diderita sebelumnya
  • Lingkungan sekitar yang bising
  • Jarak pendengar dengan sumber kebisingan

Berdasarkan data yang ada, telinga manusia yang tidak menggunakan pelingung hanya dapat menerima frekuensi dalam kisaran 16-20.000 Hertz saja. Jika terpapar lebih dari 115 dBA maka akan sangat berbahaya. Maka dari itu penting untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) untuk mengurangi resiko bahaya dari kebisingan yang ada. Serta tidak lupa untuk terus melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Share this post

There are no comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Start typing and press Enter to search

Shopping Cart

No products in the cart.